Pengaruh Bobot Bibit Awal Kappaphycus alvarezii terhadap Pertumbuhan, Kandungan Karagenan dan Komposisi Proksimat

Melati Ngaddi, Marcelien Dj. Ratoe Oedjoe, Welem L. Turupadang

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bobot bibit awal Kappaphycus alvarezii terhadap pertumbuhan, kandungan karagenan, dan komposisi metabolit primer. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari (Mei–Juli 2024) di Perairan Hansisi-Semau, Kabupaten Kupang. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan bobot bibit awal, yaitu 50 g (A), 100 g (B), dan 150 g (C), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kadar karagenan. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot bibit berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan berat mutlak (p<0,05). Pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan 150 g (115,0 g), diikuti 100 g (111,3 g), dan 50 g (93,3 g). Sebaliknya, laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh pada bobot 50 g (2,34%/hari). Kandungan karagenan tertinggi terdapat pada perlakuan 100 g (32,7%) dan terendah pada 150 g (28,6%). Analisis proksimat pada perlakuan dengan pertumbuhan terbaik menunjukkan kandungan karbohidrat 45,9%, protein 8,2%, lemak 5,7%, dan abu 39,9% (berat kering). Disimpulkan bahwa bobot bibit awal mempengaruhi pertumbuhan dan kandungan karagenan K. alvarezii, dengan bobot 100 g direkomendasikan sebagai bobot optimal karena menghasilkan keseimbangan antara pertumbuhan dan kandungan karagenan.

Kata kunci: bobot bibit, pertumbuhan, karagenan, proksimat, Kappaphycus alvarezii


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adharini, I. R., Setyawan, R. A., Suadi, & Jayanti, D. A. 2020. Perbandingan komposisi gizi Kappaphycus alvarezii galur merah dan hijau yang dibudidayakan di Provinsi Gorontalo, Indonesia. E3S Web of Conferences, 147, 03029.

Anggadiredja, J. T., Zatnika, A., Purwoto, H., & Istini, S. 2006. Rumput laut: Pembudidayaan, pengolahan, dan pemasaran (Seri Agribisnis). Penebar Swadaya.

Aqmal, A., Iswahyuddin, I., & Purwanti, A. 2022. Perbandingan intensitas cahaya buatan dan alami terhadap pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus sp.) di dalam bak terkontrol. Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science, 4(3), 831–837.

Azanza, R. V., & Ask, E. I. 2002. Advances in cultivation technology of commercial eucheumatoid species: A review with suggestions for future research. Aquaculture, 206, 257–277.

Baweja, P., Kumar, S., Sahoo, D., & Levine, I. 2016. Biology of seaweed. In J. Fleurence & I. Levine (Eds.), Seaweed in health and disease prevention (p. 54). Elsevier.

Dean, C., Sunadji, S., & Oedjoe, M. D. R. 2023. Kandungan nutrisi dan karaginan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dari perairan Semau Kabupaten Kupang. Jurnal Vokasi Ilmu-Ilmu Perikanan (JVIP), 4(1), 11–18.

Diharmi, A., Fardiaz, D., Andarwulan, N., & Heruwati, E. S. 2011. Karakteristik karagenan hasil isolasi Eucheuma spinosum (alga merah) dari perairan Sumenep Madura. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 16(1), 117–124.

Hardjani, K. D., Suantika, G., & Aditiawati, P. 2017. Profil nutrisi rumput laut merah Kappaphycus alvarezii setelah fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae sebagai suplemen pakan untuk udang putih Litopenaeus vannamei. Jurnal Mikrobiologi Murni dan Terapan, 11(4), 1637–1645.

Julia, A. U., Maria, T. L. R., & Andriani, N. M. 2018. Pengaruh bobot bibit terhadap pertumbuhan dan produktivitas rumput laut Eucheuma spinosum di Pantai Air Cina, Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 15(3), 88–96.

Kadi, A., & Atmadja, W. S. 1989. Rumput laut (Algae): Jenis, reproduksi, produksi, budidaya dan pascapanen. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi, LIPI.

Khotijah, S., Irfan, M., & Muchdar, F. 2020. Nutritional composition of seaweed Kappaphycus alvarezii. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 13(2), 139–146.

Liem, Z. A. 2013. Kandungan proksimat dan aktivitas antioksidan rumput laut merah (Eucheuma cottonii) di perairan Kupang Barat (Tesis). Universitas Kristen Satya Wacana.

Mamang, N. 2008. Laju pertumbuhan bibit rumput laut Eucheuma cottonii dengan perlakuan asal thallus terhadap bobot bibit di perairan Lakeba, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara (Skripsi).

Maufa, Y. A., Oedjoe, M. D. R., & Liufeto, F. C. 2023. Respon pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) terhadap limbah panas PLTU di perairan Bolok Kabupaten Kupang. Jurnal Aquatik, 6(1), 121–134.

Nurdjana, M. L. 2008. Prospek pemanfaatan rumput laut. Dalam Seminar Nasional Sense of Aquaculture. Institut Pertanian Bogor.

Oedjoe, M. D. R., Turupadang, W. L., Kangkan, A. L., & Sine, K. G. 2022. Effect of temperature and salinity variations on growth and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii in Akle waters, Kupang Regency, East Nusa Tenggara, Indonesia.

Paimin, F. 1991. Pengaruh bobot awal bibit terhadap laju pertumbuhan rumput laut Eucheuma spinosum (Skripsi). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi.

Parenrengi, A., Rachmansyah, & Suryati, E. 2012. Budidaya rumput laut penghasil karagenan (karaginofit). Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, KKP.

Sahabati, S., Mudeng, J. D., & Mondoringin, L. L. J. J. 2017. Pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) yang dibudidaya dalam kantong jaring dengan berat awal berbeda di Teluk Talengen Kepulauan Sangihe. E-Journal Budidaya Perairan, 4(3), 16–21.

Srie, K., Julyasih, M., Luh, N., & Manik, P. 2020. Komponen fitokimia mikroalga yang diseleksi dari Pantai Sanur Bali. Prosiding Seminar Nasional Riset Inovatif, 28–31.

Subarno, A., Rahmat, S., Abdul, R., & Agus, K. 2018. Pengaruh bobot bibit yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi rumput laut Gracilaria verrucosa menggunakan metode long line di tambak. Media Akuakultura, 3(2), 607–616.

Supit, R. L. 2005. Analisis pertumbuhan dan kandungan karaginan alga Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan dengan metode tali tunggal lepas dasar (off-bottom monoline method) di perairan Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang (Skripsi). Fakultas Perikanan.

Syamsudin, S. A., Kartini, A., & Suharso, P. 2017. Potensi rumput laut sebagai bahan pangan dan aplikasinya pada produk makanan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 5(2), 76–86.

Tamaheang, T., Makapedua, D. M., & Berhimpon, S. 2017. Kualitas rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) dengan metode pengeringan sinar matahari dan cabinet dryer serta rendemen semi-refined carrageenan (SRC). Media Teknologi Hasil Perikanan, 5(2), 58–63.

Yusuf, M. I. 2004. Produksi, pertumbuhan dan kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan dengan sistem air media dan thallus benih yang berbeda (Disertasi). Universitas Hasanuddin.




DOI: http://dx.doi.org/10.35726/jvip.v6i1.7489

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Editorial Office:

Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Jalan Prof. Herman Yohanes Lasiana Kupang PO Box 1152 Kupang 85011

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.