Respons Pertumbuhan, Moulting, dan Kelulushidupan Kepiting Bakau (Scylla serrata) terhadap Dosis Vitamin C Berbeda pada Pakan Berbasis Pila ampullacea
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons pertumbuhan, frekuensi moulting, dan kelulushidupan kepiting bakau (Scylla serrata) yang diberi pakan berbasis keong sawah (Pila ampullacea) dengan dosis vitamin C berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dosis vitamin C, yaitu 12 mg/100 g pakan (A), 24 mg/100 g pakan (B), dan 36 mg/100 g pakan (C), masing-masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, survival rate (SR), frekuensi moulting, serta kualitas air. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan terdapat pengaruh nyata (P<0,05) dosis vitamin C terhadap pertumbuhan, moulting, dan kelulushidupan kepiting bakau. Perlakuan C menghasilkan pertumbuhan rata-rata tertinggi sebesar 48,2 g, frekuensi moulting terbanyak (3 ekor), serta tingkat kelulushidupan 100%. Peningkatan performa biologis pada perlakuan C menunjukkan bahwa suplementasi vitamin C mampu meningkatkan efisiensi metabolisme, mendukung pembentukan eksoskeleton, serta meningkatkan respons imun kepiting bakau. Parameter kualitas air selama pemeliharaan masih berada dalam kisaran optimal untuk budidaya kepiting bakau. Dengan demikian, suplementasi vitamin C sebesar 36 mg/100 g pakan berbasis Pila ampullacea direkomendasikan sebagai dosis optimal dalam meningkatkan performa budidaya kepiting bakau.
Kata kunci: vitamin C, Scylla serrata, moulting, pertumbuhan, kelulushidupan
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Abol-Munafi, A., Noor, N. M., & Karim, M. 2021. Dietary Vitamin C requirement in mud crab (Scylla paramamosain) culture: A review. Journal of Fisheries and Marine Science, 9(2), 45–52.
Abdel-Latif, H. M. R., & El-Sayed, A. F. M. 2022. The role of dietary vitamin supplementation in improving growth, immunity, and stress resistance in crustaceans. Aquaculture Research, 53(4), 1289–1301.
Catacutan, M. R. 2002. Growth and moulting of mud crab fed varying protein and energy levels. Asian Fisheries Science, 15(1), 23–36.
Dissanayake, D., Perera, S., & Fernando, W. 2024. Dietary vitamin C enhances survival and immune resilience of mud crab (Scylla serrata) under fluctuating environmental conditions. Journal of Aquaculture Advances, 12(1), 57–68.
Effendie, M. I. 1997. Biologi Perikanan. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.
Gabaudan, J., & Verlhac, V. 2002. The role of vitamin C in aquatic organisms: A review. Advances in Aquatic Feed Nutrition, 7(3), 45–62.
Hastuti, D. 2011. Peranan pakan alami terhadap pertumbuhan organisme akuatik. Jurnal Akuakultur Indonesia, 10(1), 55–63.
Havler, W. 1988. Vitamin requirements of crustaceans. Annual Review of Nutrition, 7(2), 285–302.
Hossain, M. A., & Rahmatullah, M. 2023. Stress mitigation in crustaceans through vitamin C supplementation. Frontiers in Marine Biology, 4(2), 211–223.
Kamaruddin, N., Abdullah, R., & Mutmainnah, S. 2021. Bioavailability of dietary vitamin C in crab culture systems. Journal of Applied Marine Biotechnology, 6(3), 71–78.
Keenan, C. P., & Blackshaw, A. 1998. Mud crab aquaculture and biology. ACIAR Proceedings, 78, 9–16.
Leonard, S. N., Ching, C. Y., & Powell, J. (2020). Effect of ascorbic acid on crustacean stress responses in varying salinity environments. Aquaculture Environment Interactions, 12(4), 199–209.
Marwoto, R. 1997. Keong Sawah dan Potensinya Sebagai Pakan Akuakultur. Jakarta: LIPI Press.
Mohtar, N., Idris, M., & Hafiz, A. 2024. Effectiveness of dietary vitamin supplementation on mud crab growth under semi-intensive culture. International Journal of Coastal Aquaculture, 5(1), 1–10.
Rahman, A., Fadhlan, M., & Samad, A. 2022. Effects of micronutrient-enriched feed on mud crab (Scylla serrata) metabolism and growth. Marine Aquaculture Science, 14(1), 51–60.
Sadinar, S., Rahayu, S., & Tanjung, A. 2012. Kandungan nutrisi keong sawah (Pila ampullacea) sebagai bahan baku pakan alternatif. Jurnal Gizi Perikanan, 6(2), 21–27.
Singh, R., & Kumar, S. 2023. Dietary supplement strategies to maximize crustacean growth performance. Aquaculture International, 31(2), 403–416.
Suhardin, I., Fitrah, R., & Yusuf, M. 2022. Variasi parameter lingkungan dan dampaknya terhadap fisiologi kepiting bakau. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 9(1), 14–27.
Suwirya, K., Widodo, A., & Setiawan, A. 2003. Requirement of dietary vitamin C in juvenile mud crab. Indonesian Fisheries Research Bulletin, 9(2), 21–27.
Yulistiani, V., Rante, Y., & Dien, A. 2021. Suplementasi vitamin dalam pakan terhadap respons imun kepiting bakau. Jurnal Akuakultur Indonesia, 10(4), 211–220.
Zhang, Q., Liu, J., & Chen, Z. 2023. Vitamin-mediated exoskeleton development in marine crustaceans. Journal of Crustacean Nutrition, 4(1), 28–39.
DOI: http://dx.doi.org/10.35726/jvip.v6i1.7539
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Editorial Office:
Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Jalan Prof. Herman Yohanes Lasiana Kupang PO Box 1152 Kupang 85011
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






