Kombinasi Jenis Umpan terhadap Hasil Tangkapan Rawai Dasar pada Kapal KM. Kupang Jaya 1 yang Berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tenau, Kupang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi jenis umpan terhadap hasil tangkapan rawai dasar di perairan Laut Timor. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2024 dengan metode observasi langsung pada operasi penangkapan menggunakan jumlah mata pancing yang seragam (3.600 unit). Perlakuan yang diuji meliputi kombinasi dua jenis umpan (tembang dan tongkol) serta kombinasi tiga jenis umpan (tembang, tongkol, dan hiu), masing-masing dengan 20 ulangan. Data yang dikumpulkan berupa hasil tangkapan per trip (kg) dan dianalisis secara deskriptif serta inferensial menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total tangkapan kombinasi dua umpan sebesar 1.700 kg dengan rata-rata 85,00 ± 21,21 kg, sedangkan kombinasi tiga umpan sebesar 1.725 kg dengan rata-rata 86,25 ± 29,39 kg. Perbedaan rata-rata sebesar 1,25 kg menunjukkan selisih yang sangat kecil. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua perlakuan (P > 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa penambahan jenis umpan tidak memberikan peningkatan hasil tangkapan yang bermakna. Secara operasional, penggunaan kombinasi dua jenis umpan dinilai lebih efisien karena mampu menghasilkan tangkapan yang setara tanpa meningkatkan kompleksitas dan biaya. Temuan ini menegaskan bahwa variasi umpan tidak selalu menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas penangkapan.
Kata kunci: Rawai Dasar, Umpan, Hasil Tangkapan, Perikanan Tangkap
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Anderson, S. C., & Martell, S. J. 2019. Fisheries management and conservation. Fish and Fisheries, 20(3), 456–472
Bjordal, A. 2018. Fishing gear selectivity. Marine Fisheries Review, 80(1), 12–25
FAO. 2022. The State of World Fisheries and Aquaculture. Rome: FAO.
Fernández-Jover, D., Sánchez-Jerez, P., Bayle-Sempere, J. T., Valle, C., & Dempster, T. 2020. Bait type influences catch rates in longline fisheries. Fisheries Research, 230, 105675.
Kisworo, R., Ghofar, A., & Saputra, S. W. 2013. Analisis hasil tangkapan rawai dasar di perairan Jepara. MAQUARES: Management of Aquatic Resources Journal, 2(3), 190–196.
Lima, Y., Sine, K. G., & Kangkan, A. L. 2025. Komposisi jenis ikan hasil tangkapan rawai dasar yang dioperasikan nelayan di Desa Oenggae, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Jurnal Ilmiah Bahari Papadak.
Lokkeborg, S. 2011. Best practices for improving longline fisheries. FAO Fisheries Technical Paper, 585.
Maulana, M. Y. I., Kusyairi, A., & Astagia, A. 2025. Komposisi spesies hasil tangkapan alat tangkap rawai dasar yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Tumbuhan: Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian dan Ilmu Kehutanan, 2(2), 1–15. https://doi.org/10.62951/tumbuhan.v2i2.296
Muhammad, M, Riyadh Aqshal, & Lubis, A. F. 2025. The productivity of bottom longline fishing gear in relation to catch composition in Deah Raya. Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia, 5(3), 205–213.
Sunbanu, M. M., Yahyah, & Al Ayubi, A. 2023. Hasil tangkapan rawai dasar (bottom longline) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tenau Kupang. Jurnal Ilmiah Bahari Papadak, 4(1), 265–272.
Winger, P. D., He, P., & Walsh, S. J. 2019. Effect of bait type on fish capture efficiency in longline fisheries. ICES Journal of Marine Science, 76(4), 1234–1245.
DOI: http://dx.doi.org/10.35726/jvip.v6i2.7564
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Editorial Office:
Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Jalan Prof. Herman Yohanes Lasiana Kupang PO Box 1152 Kupang 85011
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






