PEMANFAATAN KALENDER KAWIN BABI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS INDUK BABI DI KELOMPOK TANI MBUHANG PAHAMU 2 DESA KAMBUHAPANG, LEWA
Abstrak
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam manajemen reproduksi babi, khususnya melalui penerapan kalender kawin babi sebagai alat bantu pencatatan reproduksi yang sederhana dan efektif, guna menekan non-productive days (NPD) dan meningkatkan produktivitas induk babi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2025 di Desa Kambuhapang, Kecamatan Lewa, bersama 6 orang anggota Kelompok Tani Mbuhang Pahamu 2 yang memiliki ternak babi indukan. Materi pelatihan mencakup siklus reproduksi babi, penentuan waktu kawin optimal, prediksi kebuntingan, dan estimasi partus, yang disampaikan menggunakan leaflet serta kalender kawin berbahan tripleks berputar buatan mahasiswa hasil integrasi dalam mata kuliah Breeding Farm. Metode pelatihan mengacu pada prinsip Pembelajaran Orang Dewasa (POD) secara partisipatif, dengan komposisi ceramah 30% dan diskusi kelompok serta praktik 70%. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memahami siklus reproduksi, melakukan pencatatan yang terstruktur, serta merencanakan waktu kawin dan perkiraan beranak secara lebih akurat. Penerapan kalender kawin berpotensi mengoptimalkan periode produksi induk babi menjadi 2 liter/tahun dari sebelumnya hanya 1–1,3 liter/tahun. Disimpulkan bahwa teknologi kalender kawin babi yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan efektif mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan babi di tingkat kelompok tani lokal.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Anwar, B. (2020). Recording System with iBreeding. Diakses pada 14 Mei 2026, dari https://www.researchgate.net/publication/341149985_Recording_System_with_iBreeding
Kansanga, M. M., Kerr, R. B., Lupafya, E., Dakishoni, L., & Luginaah, I. (2021). Does participatory farmer-to-farmer training improve the adoption of sustainable land management practices?. Land use policy, 108, 105477.
Leslie, E. E., Geong, M., Abdurrahman, M., Ward, M. P., & Toribio, J. A. L. (2015). A description of smallholder pig production systems in eastern Indonesia. Preventive veterinary medicine, 118(4), 319-327.
Kamal, R., Nursoba, F., & Matin, A. (2025). Participatory learning for sustainable livestock management: the impact of field school in Tasikmalaya. Galuh International Journal of Community Service and Development, 2(2), 42-48.
Koketsu, Y. (2005). Six component intervals of nonproductive days by breeding-female pigs on commercial farms. Journal of animal science, 83(6), 1406-1412.
Koketsu, Y., Tani, S., & Iida, R. (2017). Factors for improving reproductive performance of sows and herd productivity in commercial breeding herds. Porcine health management, 3(1), 1.
Rahman, M. S., Sujan, M. H. K., Sherf-Ul-Alam, M., Sultana, M., & Akter, M. S. (2023). Adoption of improved management practices of livestock: Case of small-scale farmers in rural Bangladesh. Heliyon, 9(8).
Sharifuzzaman, M., Mun, H. S., Ampode, K. M. B., Lagua, E. B., Park, H. R., Kim, Y. H., ... & Yang, C. J. (2024). Technological tools and artificial intelligence in estrus detection of sows—A comprehensive review. Animals, 14(3), 471.
Taveros, A. A., & More, S. J. (2001). A field trial of the effect of improved piglet management on smallholder sow productivity in the Philippines. Preventive Veterinary Medicine, 49(3-4), 235-247.
Yuliastina, R., Puspaningrum, I. I., Suharyanto, D. F., & Kurdi, M. (2025). Communication for Farmer Empowerment in Social Capital Perspective (Study on Kalianget Salt Farmer Group in Sumenep Regency). Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment, 9(3), 347-351.
DOI: http://dx.doi.org/10.35726/jpmp.v11i1.7573
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.

