Kajian Potensi Lahan Untuk Pengembangan Akuakultur Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Talau-Loes, Lintas Batas RDTL-Indonesia

Priyo Santoso, Aludin Alayubi

Abstrak


Penelitian ini mengkaji potensi Daerah aliran sungai (DAS) perbatasan Talau-Loes yang merupakan daerah lintas batas Indonesia – RDTL (Republica Democratica de Timor Leste) untuk pengembangan budidaya air tawar. Ketersediaan air yang melimpah sepanjang tahun dengan kualitas air yang sesuai bagi pertumbuhan biota perairan merupakan potensi yang menjanjikan bagi pengembangan bisnis ini. Untuk itu penting dilakukan suatu kajian untuk menelaah kesesuaian wilayah DAS perbatasan bagi pengembangan budidaya ikan air tawar, yang penting sebagai dasar pengelolaan berkenjutan DAS perbatasan. Penelitian dilaksanakan di DAS perbatasan Talau-Loes Lintas Batas Indonesia – RDTL. DAS yang dikaji dalam studi ini merupakan sub-DAS Baukama dan Mota Merak di Kecamatan Tasifeto Timur, yaitu meliputi Desa Sarabau, Bauho, Halimodok dan Takirin. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2019. Penelitian ini merupakan kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif, berupa kajian biofisik dengan metode survei untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk pengembangan budidaya ikan air tawar di DAS perbatasan Talau-Loes. Selain itu penelitian ini akan mengkaji aspek teknologi, produksi, sarana, prasarana, ekonomi, sosial budaya dan kelembagaan melalui diskusi kelompok terfokus dengan masyarakat perbatasan, guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di DAS Talau-Loes Lintas Batas Indonesia-RDTL. Berdasarkan hasil kajian ini menunjukkan bahwa aspek biofisik DAS perbatasan Talau-Loes sesuai bagi pengembangan budidaya ikan air tawar terutama di Desa Sarabau, begitu juga dengan Desa Bauho, Halimodok dan Takirin, dengan strategi yang dapat mengatasi keterbatasan kuantitas air terutama pada musim kemarau. Sedangkan aspek teknologi, produksi, sarana, prasarana, ekonomi, sosial budaya dan kelembagaan perlu dikembangkan guna mendukung upaya pengembangan budidaya ikan air tawar di DAS perbatasan Talau-Loes.

Kata kunci : Akuakultur, DAS, Biofisik, Sosio-ekonomi, Kelembagaan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BPS Kab. Belu, 2019. Kecamatan Tasifeto Timur dalam Angka 2019. Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. Atambua. 88p.

BPS Kab. Belu, 2010. Kecamatan Tasifeto Timur dalam Angka 2010. Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. Atambua. 78p.

Hopkins, K. D. 1992. Reporting fish growth: A review of the basics. Journal of the World Aquaculture Society, Vol. 23, No. 3: 173-179.

Kordi M.G, Tanjung A.B. 2007. Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Perairan. Rineka Cipta. Jakarta.

Lusiana B, Widodo R, Mulyoutami E, Nugroho DA. 2008. Kajian Kondisi Hidrologis DAS Talau, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. World Agroforestry Centre. 83p.

LPP-RRI, 2019. 10 DAS Perbatasan RI-RDTL Masuk Kajian Konsorsium Universitas 3 Negara. LPP Radio Republik Indonesia. http://rri.co.id/home.html.

Pemkab Belu, 2019. Pengelolaan DAS Terpadu Lintas Batas Negara Talau – Loes, Dirjen PDASHL Kemen LHK RI Teken MoU dengan Dirjen KKTI Kemen PP RDTL. http://belukab.go.id/category/berita/berita-daerah/.

Pillay TVR. 2004. Aquaculture and The Environment. Second Edition.UK: Blackwell Publishing. 208p.

Pillay, T. V. R. 1990. Aquaculture: Principles and practices. Fishing News Books, London. 575 p.

Setijaningsih L, Suryaningrum LH. 2015. Pemanfaatan Limbah Budidaya Ikan Lele (Clarias Batrachus) Untuk Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Dengan Sistem Resirkulasi. Jurnal Berita Biologi 14(3): 267-275.

Yayasan Karina. 2018. Pertama di NTT, RPDAST terintegrasi dengan RPJMDes. Karina, Caritas Indonesia. http://karina.or.id/.




DOI: http://dx.doi.org/10.35726/jvip.v3i1.1217

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.