Monitoring Pertumbuhan dan Kualitas Air Pada Budidaya Ikan Klown, Capungan Banggai dan Blue Tang Dengan Sistem Resirkulasi

Diana Putri Renitasari, Ihwan Ihwan

Abstrak


Ikan hias Klown, Capungan Banggai dan Letter Six merupakan jenis ikan hias air laut yang memerlukan perawatan lebih intens dibandingkan ikan hias lainnya karena rentan stress, membutuhkan wadah yang bersih, kualitas air yang sesuai. Oleh karena itu, perlu adanya kajian monitoring pertumbuhan dan kualitas air untuk menghasilkan budidaya ikan hias air laut yang optimal. Metode yang digunakan adalah Survei dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil pengamatan menunjukan pengelolaan kualitas air dengan system resirkuasi menghasilkan kadar salinitas yang stabil berkisar 28-30, kadar ammonia, nitrit dan nitat yang optimal serta kadar kH yang masih dapat ditolerir ikan (9-12 dH). Tingkat kelangsungan hidup mencapai 90% serta semua ikan hias air laut tersebut mengalami kenaikan berat maupun panjang tubuhnya. Kenaikan panjang tubuh berkisar 1-2 cm dan berat 0,25-2 kg tiap 2 minggu. Pemeliharaan ikan hias dengan system resirkulasi mneghasilkan kualitas air dan pertumbuhan baik.

Kata kunci : Ikan hias air laut, Kualitas air, Pertumbuhan, Kelangsungan hidup


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ebeling, J.M., Timmons, M.B, J.J Bisogni. 2006. Engineering analysis of the stoichiometry of photoautotrophic, autotrophic, and heterotrophic removal of ammonia–nitrogen in aquaculture systems. Aquaculture, 257: 346-358.

Effendie, M.I. 1997. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.

Devilarashati, K., Haris, R.B.K., Anwar, S, Yulianti. 2018. Penambahan Minyak Mentah Dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Fisiologi Ikan Clownfish (Amphirion percula). Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, 13(1): 1-8.

Diansyah, K.R. 2017. Keanekaragaman Spesies Ikan di Zona Sub Litoral Perairan Pulo Rubiah Sabang Sebagai Materi Pendukung Kingdom Animalia. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam-Banda Aceh.

Faisyal, Y., Rejeki, S. L.L Widowati. 2016. Pengaruh Padat Tebar Terhadap Pertumbuhan dan Kelulusan Hidup Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Keramba Jaring Apung di Perairan Terabrasi Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes. Journal of Aquakultur Management and Technology, 5(1):155-161.

Fazil, M., Saiful A. R. Ezraneti. 2017. The effectiveness of the fibers, rice straw and bagasse as an water filter on the culture of ornamental goldfish (Carassius auratus). Acta Aquatica, 4 (1): 37-43.

Goddard, S. 1996. Feed management in intensive aquaculture. Chapman & Hall, New York.

Haryono, J, Mulyadi. 2008. Auditing. Edisi Kelima. Salemba Empat. Jakarta.

Hu, Z., Lee, J.W., Chandran, K., Kim, S., Sharma, K., Brotto, A.C, S.K. Khanal. 2013. Nitrogen transformations in intensive aquaculture system and its implication to climate change through nitrous oxide emissions. Bioresources Technology, 130:314-320.

Jobling, M. 1994. Fish bioenergetics. Chapman & Hall, London.

Kroupova, H., Machova J, Z. Svobodova. 2005. Nitrite influence on fish: a review. Veterinarni Medicina, 50(11):461-471.

Kusrini, E. 2010. Budidaya Ikan Hias Sebagai Pendukung Pembangunan Nasional Perikanan Di Indonesia. Media Akuakultur, 5(2) : 109-114.

Lesmana, D. S, I. Dermawan. 2004. Budidaya Ikan Hias Air Tawar. Penebar Swadaya. Jakarta.

Lubis S.B., Suraji, Mudatsir, Sari R.P., Sofiullah A., Miasto, Y., Annisa, S., Monintja, M., Sitorus E.N, D. Kuntel. 2016. Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Ikan Capungan Banggai. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut.

Mebs, D. 2009. Kimia biologi hubungan mutualistik anemon laut dengan ikan dan udang-udangan. Jurnal Toxicon, 1 (1): 160-166.

Megaawati RA., Arief M, M.A. Alamsjah. 2012. Pemberian Pakan dengan Kadar Serat yang Berbeda. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 4 (2): 183-189.

Mayunar. 1990. Pengendalian Senyawa Nitrogen Pada Budidaya Ikan Dengan Sistem Resirkulasi. Oseana, 15 (1): 43 – 55.

Murtidjo, B. A., 2001. Pedoman Meramu Pakan Ikan. Kanisius. Yogyakarta.

National Research Cauncil (NRC). 1983. Nutrient Requirement of Warm Fishes and Sellfishes. National Academy Press. Washington DC.

Perkasa, B. E. dan Hisomudin. 2003. Permasalahan Maskoki dan Solusinya. Penebar Swadaya. Jakarta.

Putra, A.A.S., 2011. Kamus Istilah Perikanan. Yayasan PeNA. Banda Aceh.

Prasetio A. B dan Kusrini E. 2012. Ikan Hias Laut: Tantangan Budidaya dan Peluang Bisnis. Media Akuakultur, 7 (2): 1-6.

Ruhyadi I., Purwanto. D.N. Goegoes. 2019. Pengendalian Suhu dan Salinitas Air pada Akuarium Ikan Badut (Amphirion percula) Berbasis MitrokontrolerArduinodue. Teknik Elektronik Universitas Brawijaya, 1-9.

Rahardjo MF, Syafei DS, Affandi R, Sulistiono. 2011. Iktiology. Penerbit Lubuk Agung. Bandung.

Raja. 2017. Parameter Air dalam Aquascape. Rajapet Aquatic Solution.

Setiawati, K.M. J.H Hutapeaaa. 2011. Pemeliharaan Benih Ikan Klon (Amphiprion ocellaris) Dengan Sistem Pengelolaan Air Yang Berbeda. Jurnal Riset Akuakultur, 6(2):243-253.

Setiawati, K.M., Gunawan, J. H Hutapea. 2012. Biologi Reproduksi Induk Klon Hitam (Amphiprion percula) Di Hatchery. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4 (2): 182-190.

Setyono T.B. 2009. Analisis Usaha Budidaya Pendederan Kerapu Macan di Bak Beton. Pusat Teknologi Reproduksi Pertanian. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Sukadi F. 2013. Peningkatan Teknologi Budidaya Perikanan. Jurnal Ikhtiologi Indonesia Volume 2(2): 61-66.

Supriadi. 2019. Fisiensi Penggunaan Sistem Resirkulasi Pada Pemeliharaan Ikan Hias Clownfish Di PT. Agung Aquatic Marine, Denpasar-Bali. Tugas Akhir. Program Studi Agribisnis Perikanan Jurusan Agribisnis Politeknik Pertanian negeri Pangkep.

Susanti, H. A.T. Mukti. 2020. Studi Awal: Persentase Penetasan dan Performa Pertumbuhan Benih Ikan Clown (Amphiprion percula). Jurnal Biosains Pascasarjana, 22 (1): 20-28.

Utami R.H., Setyawan A., Diantari R, S. Hudaidah. 2012. Identifikasi Parasit pada Ikan Badut (Ampirion percula) di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung. E-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan, 2(2): 285-288.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Flag Counter
 
 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.