Keterkaitan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil a terhadap Hasil Tangkapan Ikan Kakap (Lutjanus sp.) Dengan Menggunakan Jaring Insang Yang Berpangkalan di Kelurahan Oesapa

Rasdam Rasdam, Resky Amalia Rajab, Irandha Citra Marasi Siahaan, Yesaya Mau

Abstrak


Potensi ikan kakap berdasarkan nilai produksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam kurun waktu lima tahun (2012 sampai 2016), yaitu sebesar Rp376.826.278.152,00 dengan harga jual sebesar Rp19.550,00/ Kg. Berdasarkan data tersebut perikanan kakap di Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keterkaitan antara kondisi oseanografi dengan hasil tangkapan ikan kakap dan mengetahui daerah penangkapan ikan Kakap di perairan Kupang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – November di Kelurahan Oesapa.  Metode survey dilakukan dengan mengambil data hasil tangkapan dan titik koordinat daerah penangkapan ikan pada pengoperasian alat tangkap jaring insang yang berpangkalan di Kelurahan Oesapa. Suhu permukaan laut dan klorofil a diperoleh melalui citra satelit. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan untuk suhu permukaan laut, jumlah hasil tangkapan tertinggi pada kisaran suhu 25.64 °C - 26.38°C, sedangkan untuk krolofil a  untuk jumlah hasil tangkapan tertinggi pada kisaran 0.241 – 0.304 mg/L. Daerah penangkapan ikan dengan jumlah terbesar pada titik koordinat 10°04'122'' LS - 123°40'664'' BT, sedangkan hasil tangkapan kakap terendah pada titik koordinat 10°02'459'' LS - 123°39'855'' BT.

Kata Kunci:    Kakap, Jaring Insang, Suhu Permukaan Laut, Klorofil a, Hasil Tangkapan, Daerah Penangkapan Ikan


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aronoff, Stan. 1989. "Geographic Information System a Management Perspective".WDL Publication, Ottawa-Canada.

Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan. 2018. Potensi Usaha dan Peluang Investasi Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dirjen Perikanan. 1990. Pedoman Pengenalan Sumberdaya Perikanan Laut. Bagian I. Jenis-jenis Ikan Ekonomi Penting. Jakarta: Deptan

Gunarso W. 1995. Mengenal Kakap Merah, Komoditi Ekspor Baru Indonesia. Diktat Kuliah Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor.

Gomez, F, A. Montecinos, S. Hormazabal, L.A.Cubillos, M.C. Ramirez, and F.P. Chavez. 2012. Impact of spring upwelling variability off southern-central Chile on common sardine (Strangomera bentincki) recruitment. Fish. Oceanogr. 21(6): 405–414.

Hanapi. 2004. Aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk evaluasi kesesuaian lahan tambak di Kabupaten Jeneponto. Jurusan Kelautan. FIKP Unhas. Makassar.

Hendiarti, N., Suwarso, E. Aldrian, K. Amri, R. Andiastuti, S.I. Sachoemar, and I.B. Wahyono. 2005. Seasonal variation of pelagic fish catch around Java. Oceanography 18(4): 112–123.

Priyanti. 1999. Studi Daerah Penangkapan Rawal Tuna Di Perairan Selatan Jawa Timur-Bali Pada Musim Timur Berdasarkan Pola Distribusi Suhu Permukaan Laut Citra Satelit NOAA-AVHRR dan Data Hasil Tangkapan. Skripsi. Program Studi PSP. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. 1991. Alat dan cara penangkapan ikan di Indonesia. Jakarta: Puslitbang Perikanan.

Saanin, H. 1968. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Binacipta. Bandung. 256 hlm.

Safruddin dan M. Zainuddin. 2007. Mapping Scads Fishing Ground Based on the Relationship between Catch Data and Oceanographic Factors in Bone Coastal Waters. Torani Jurnal, ISSN 0853-4489. Vol. 17 (5) (special edition : 192?200.

Zorica, B., I. Vilibic, V.I. Kec and J. Epic. 2013. Environmental conditions conducive to anchovy (Engraulis encrasicolus) spawning in the Adriatic Sea. Fish. Oceanogr. 22 (1): 32–40.




DOI: http://dx.doi.org/10.35726/jvip.v3i1.748

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.